Tampilkan postingan dengan label Tahukah Kamu?. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tahukah Kamu?. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Agustus 2016

Mengapa Rasul Memerintahkan Padamkan Lampu Jika Mau Tidur di Malam Hari? Inilah Jawabannya

Jalantauhid - RASUL  Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan
kita untuk memadamkan lampu-lampu di malam hari (ketika hendak tidur), dan setelah beberapa tahun dilakukan pengkajian ilmiah modern tentang efek cahaya terhadap manusia dan lingkungannya, maka kajian itu mengatakan:” SUngguh benar Nabinya kaum kaum Muslimin.” Maka mematikan lampu di malam hari adalah salah satu bentuk mukjizat ilmiah Nabawiyah yang melindungi manusia dan lingkungannya dan pencemaran cahaya, yang muncul disebabkan cahaya yang berlebih, yang mengenai tubuh seseorang di malam hari.
Mengapa Rasul Memerintahkan Padamkan Lampu Jika Mau Tidur di Malam Hari? Inilah Jawabannya

Hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam Tentang Masalah Ini
Nabi kita yang tercinta, Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam telah memperingatkan kita tentang bahaya lampu, apabila kita membiarkannya menyala ketika kita tidur. Dan peringatan dari Nabi tersebut terdapat dalam banyak riwayat, di antaranya ada yang disebutkan alasan dari peringatan tersebut, yaitu khawatir terjadi kebakaran, dan sebagiannya lagi tidak disebutkan alasan dari perintah memadamkan lampu di malam hari, agar perintah tersebut berlaku umum, dan sebagai bentuk kasih sayang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada seluruh makhluk di setiap tempat dan zaman. Di antara hadits-hadts tersebut adalah sebagai berikut:

Riwayat-riwayat yang disebutkan di dalamnya alasan untuk memadamkan lampu ketika hendak tidur di malam hari.

1. Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Pada suatu malam terjadi kebakaran di salah satu rumah penduduk di Madinah (ketika penghuninya tertidur). Lalu hal itu diceritakan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda:” Sesungguhnya api ini adalah musuh kalian, karena itu apabila kalian hendak tidur, maka padamkanlah ia lebih dahulu.” (HR. al-Bukhari)

2. Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhuma dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tutuplah tempat air kalian, pintu rumah kalian, dan matikanlah lampu-lampu kalian, karena bisa jadi tikus akan menarik sumbu lampu sehingga mengakibatkan kebakaran yang menimpa para penghuni rumah.” (HR. al-Bukhari)

3. Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersada: “Tutuplah oleh kalian bejana-bejana, rapatkanlah tempat-tempat minuman, tutuplah pintu-pintu, dan matikanlah lampu, karena setan tak dapat membuka ikatan tempat minum, pintu, dan bejana. Jika kalian tak mendapatkan penutupnya kecuali dengan membentangkan sepotong batang kayu kecil di atas bejananya dan menyebut nama Allah, maka lakukanlah. Karena tikus dapat merusak pemilik rumah dengan membakar rumahnya.” (HR. Muslim)

4. Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersada: “Tutuplah oleh kalian pintu rumah, ikatlah kantong air tempat minuman, tutuplah bejana-bejana, dan matikanlah lampu, karena setan tak dapat membuka pintu terturup, melepas ikatan tempat minum, dan membuka bejana. Dan sesungguhnya tikus dapat merusak pemilik rumah dengan membakar rumahnya.” (HR. imam Malik dalam al-Muwatha’ dan at-Tirmidzi dalam Sunan-nya dan dishahihkan oleh al-Albani rahimahumullah)

Dan masih ada lagi beberapa riwayat yang lain.
Riwayat-riwayat yang tidak disebutkan di dalamnya alasan untuk memadamkan lampu ketika hendak tidur di malam hari.

1. Dari Jabir bin ‘Abdullah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Padamkanlah lampu-lampu di malam hari pada saat kalian tidur di malam hari, kuncilah pintu dan tutuplah bejana, makanan dan minuman.” (HR. al-Bukhari)
2. Dari Jabir radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersada: “Apabila malam telah datang (setelah matahari tenggelam), tahanlah anak-anak kalian (dari keluar rumah), karena setan bertebaran ketika itu. Apabila telah berlalu sesaat dari waktu ‘Isya biarkanlah mereka, tutuplah pintumu, dan matikanlah lampu serta sebutlah nama Allah (mengucapkan bismillah pen)…” (HR. Al-Bukhari)

Penjelasan Hadits
Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata di dalam Fathul Bari, menukil perkataan dari imam al-Qurthubi rahimahullah:” Perintah dan larangan dalam hadits ini adalah bentuk bimbingan (pengarahan).” Beliau mengatakan:’ Dan mungkin juga bermakna anjuran (sunnah)’ Dan imam Nawawi rahimahullah menegaskan bahwa hal itu adalah sebagai bimbingan, karena hal itu adalah untuk kemaslahatan duniawi.’ Namun dikomentari bahwasanya hal itu terkadang dapat mendatangkan maslahat secara agama, yaitu penjagaan terhadap jiwa yang haram untuk dibunuh, dan penjagaan terhadap harta yang diharamkan untuk dihambur-hamburkan.

Dalam hadits-hadits ini disebutkan bahwa seseorang jika tidur seorang diri, dan di dalam rumhanya ada api, maka wajib bagi dia untuk memadamkannya sebelum tidur, atau melakukan sesuatu yang membuatnya aman dari kebakaran. Demikian juga kalau di dalam rumah ada sekelompok orang, maka wajib atas sebagaian mereka (memadamkannya), dan yang paling berkewajiban adalah yang paling terakhir tidur.”

Pandangan Ilmuwan Modern
Para ilmuwan saat ini berbicara tentang polusi cahaya pada malam hari, serta berbicara tentang bahaya terkena cahaya yang berlebih, terutama saat tidur.
Sebuah riset ilmiyah terbaru menegaskan bahwa tetap menyalanya lampu pada saat tidur akan mempengaruhi proses biologis yang ada di dalam otak manusia, dan hal tersebut akan menyebabkan gangguan-gangguan yang mengakibatkan kegemukan. Oleh karena itu para ilmuwan berpesan agar kita senantiasa mematikan lampu pada malam hari dalam rangka memelihara kesehatan tubuh dan otak. Dan Subhanallah, pesan yang baru diketahui oleh para ilmuwan pada abad 21, telah disampaikan sebelumnya oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sejak 14 abad yang lalu. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam hadits shahih: “Padamkanlah lampu-lampu di malam hari pada saat kalian tidur di malam hari, kuncilah pintu dan tutuplah bejana, makanan dan minuman.” (HR. al-Bukhari)

Minggu, 31 Juli 2016

Astaghfirullah!! Ternyata Rasulullah Melarang Potongan Rambut Seperti ini, Bantu Sebarkan!

Jalantauhid - Sahabat... Rasul SAW melarang qaza, yaitu "potongan
rambut yg dihasilkan dengan mencukur rambut pada sebagian kepala dan membiarkan sebagiannya lagi." Hendaklah orang tua melarang potongan model ini kepada anaknya. Karena potongan ini meniru potongan rambut orang-orang kafir dan orang-orang bejat.



Astaghfirullah!! Ternyata Rasulullah Melarang Potongan Rambut Seperti ini, Bantu Sebarkan!

Larangan melakukan Qaza' ini telah disebut dengan jelas di dalam hadist dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiallahu 'anhu katanya yg bermaksud : "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang melakukan qaza‘ (mencukur sebagian dari rambut kepala)." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadis yg lain dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiallahu 'anhu yg artinya : "Sesungguhnya Nabi SAW telah melihat seorang anak-anak yg dicukur sebagian rambutnya dan ditinggalkan sebagian yg lain, lalu Nabi melarang mereka berbuat demikian dan
Beliau bersabda: "Kamu cukur (rambut itu) semuanya atau kamu tinggalkan semuanya (tidak mencukurnya)." (HR. Abu
Daud)

Sebahagian Ulama' mengharamkannya kerana ia menyerupai kaum kafir. Imam Ibnul Qayyim menyebutkan beberapa bentuk qaza’ yg dilarang, yaitu; mencukur rambutnya di sana sini dari kepalanya, mencukur di tengahnya dan membiarkan di sampingnya, mencukur di bagian samping dan membiarkan di bagian tengahnya, mencukur di bagian depan dan membiarkan di bagian belakang. [Syamsuddin Muhammad bin Abu Bakar Ibnul Qayyim Al Jauziyah, Tuhfatul Maudud Bi Ahkam Al Maulud, Beirut, Daar Al Jiil, 1988, hlm. 119]
.
Abdullah bin 'Amr mengatakan, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Bukanlah dalam kalangan kami sesiapa yg menyerupai golongan selain kami. Janganlah kamu semua menyerupai golongan Yahudi dan Nasrani." (HR. al-Tirmizi).
.
Oleh itu, sebagai umat Islam yg sayang dan cinta kepada Nabi Muhammad SAW dan memerlukan syafaat (bantuan) baginda di padang Mahsyar kelak, maka sewajibnya kita tidak meniru gaya/mode yg diperkenalkan oleh orang Yahudi dan Nasrani. Firman Allah SWT dlm QS. Al-Baqarah: 120 yg artinya:
"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak sekali-kali akan setuju atau suka kepadamu (wahai Muhammad) sehingga engkau menuruti agama (*budaya) mereka."
Wallahu a'lam

Selasa, 26 Juli 2016

Subhanallah!!! Inilah Alasan Mengapa Allah Selamatkan Jasad Fir'aun Dari Laut Merah... Alasannya Mengejutkan...

Subhanallah!!! Inilah Alasan Mengapa Allah Selamatkan Jasad Fir'aun Dari Laut Merah... Alasannya Mengejutkan...

Jalantauhid - Kisah bermula pada kekafiran, kesombongan dan
keingkaran bangsa Mesir yang mengikuti Fir?aun dalam menentang Allah SWT dan nabinya Musa as dan yang menindas bangsa Israel, padahal telah nyata petunjuk bagi mereka dan telah diperlihatkan kejadian-kejadian luar biasa kepada mereka sebagai tanda kekuasaan Allah SWT, tetapi hati mereka tidak mau sadar, tidak mau kembali kepada kebenaran dan beriman kepada Allah SWT.
Subhanallah!!! Inilah Alasan Mengapa Allah Selamatkan Jasad Fir'aun Dari Laut Merah... Alasannya Mengejutkan...

Sangat sedikit yang beriman dari orang-orang Mesir, ada yang mengatakan hanya tiga orang yang beriman, yaitu istri Fir’aun, seorang dari pengikut Fir’aun dan seorang pemberi nasehat.

Karena, Fir’aun dan bangsanya tetap ingkar dan sombong, Nabi Musa as meminta kepada Fir’aun untuk meninggalkan Mesir beserta orang-orang Bani Israel, namun Fir’aun menolak permintaan ini. Maka turunlah perintah Allah SWT :

Dan sesungguhnya telah Kami wahyukan kepada Musa: “Pergilah kamu dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil) di malam hari, maka buatlah untuk mereka jalan yang kering di laut itu, kamu tak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam)”. [QS. 20:77]

Maka pergilah nabi Musa as bersama-sama kaumnya Bani Israel pada malam itu juga, dan pada pagi harinya, tidak ada seorangpun dari kaum nabi Musa as yaitu Bani Israel yang tertinggal di Mesir, mereka telah pergi meninggalkan Mesir.

Pagi harinya, mengetahui orang-orang Israel telah meninggalkan Mesir, Fir’aun sangat marah dan segera mengumpulkan tentaranya, kereta dan kuda yang ada di seluruh wilayah Mesir untuk mengejar nabi Musa as dan orang-orang Israel. Dengan marah Fir’aun berkata kepada pasukannya :

“Orang-orang itu berjumlah tidak banyak, dan sesungguhnya, mereka telah benar-benar membuat kita marah”

Kemudian setelah tentara dan kuda-kuda terkumpul, diberangkatkanlah pasukannya mengejar Nabi Musa as dan Bani Israel.

Maka Fir’aun dan bala tentaranya dapat menyusuli mereka di waktu matahari terbit. Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: “Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul”. Musa menjawab: ”Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Rabbku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku”. [QS: 26:60-62]

Ketika pengikut nabi Musa as dalam keadaan ketakutan karena akan segera tersusul, turunlah firman Allah SWT :

Lalu Kami wahyukan kepada Musa:”Pukullah lautan itu dengan tongkatmu”. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. [QS. 26:63]
Maka melintaslah nabi Musa beserta kaumnya Bani Israel, dan Fir’aun beserta pasukannya menyusul dibelakangnya. Ketika Nabi Musa as dan pengikutnya sampai di daratan yang tinggi dan Fir’aun beserta pasukannya masih ditengah-tengah lautan, maka datanglah pertolongan Allah SWT kepada nabi Musa as :

Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya. Dan Kami tenggelamkan golongan yang itu. [QS. 26:65-66]

Tenggelamlah Fir’aun beserta pasukannya dan tak seorangpun terselamatkan nyawanya termasuk Fir’aun. Namun Fir’aun saat-saat akhir menjelang kematiannya, dia baru sadar atas keingkarannya dan dia sempat mengucapkan kalimat tauhid dan berserah diri kepada Allah SWT :

Hingga bila Fir’aun itu hampir tenggelam berkatalah dia: ”Saya percaya bahwa tidak ada Ilah melainkan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. [QS. 10:90]

Dengan perngakuan Fir’aun tersebut, Allah SWT berkenan menyelamatkan mayat Fir’aun agar tidak sampai hancur di dalam lautan, dan agar tubuh Fir’aun yang dibiarkan utuh tersebut dapat menjadi pelajaran bagi manusia kelak :

Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. [QS. 10:92]

Begitulah, Allah SWT menjaga tubuh Fir’aun tetap utuh walaupun tertelan lautan, untuk menjadi pelajaran dan sebagai tanda-tanda kekuasaan-NYA bagi orang-orang yang datang sesudahnya, bukan hanya kisah tenggelamnya Fir’aun yang menjadi pelajaran dan sebagai tanda-tanda kekuasaan Allah SWT, tetapi tubuh fisiknya juga.

Minggu, 24 Juli 2016

Astaghfirullah!! Ternyata Selama ini Kita Di Bodohi, Arti Pokemon Dalam Bahasa Syriac : 'Aku Yahudi', Bantu Sebarkan !!

Jalantauhid - Dalam sebuah dokumen negara yang dirampas pasukan
Amerika Serikat, ketika melakukan kudeta pada 2004 lalu, terungkap bahwa ada tindakan ‘tidak terpuji’ atau pesan negatif yang terdapat di balik film itu.

Dokumen tersebut menyebutkan, Presiden Saddam Husein mendapat informasi soal film tersebut dari lembaga intelijen negara. Informasi menyebutkan, nama-nama yang dipakai dalam film Pokemon, mengandung ajakan yang tidak bisa ditolelir.


 Astaghfirullah!! Ternyata Selama ini Kita Di Bodohi, Arti Pokemon Dalam Bahasa Syriac : 'Aku Yahudi', Bantu Sebarkan !!

Dilansir dari netralitas (13/4/16), terungkap sebuah fakta bahwa kata Pokemon sendiri mengandung arti “Aku Yahudi”. Nama Pokemon diambil
dari bahasa Syriac, atau bahasa Suryani yang jika di-Indonesia kan berarti : 'Aku Yahudi'.

Arti Pikachu dalam Bahasa Syriac : "Jadilah Yahudi"

Juga Dilansir dari netralitas (13/4/16), terungkap sebuah fakta bahwa kata Pikachu, salah satu jenis Ikon monster dalam pokemon mengandung arti “Jadilah Yahudi”. Nama Pikachu diambil dari bahasa Syriac, atau bahasa Suryani yang jika di-Indonesia kan berarti 'Jadilah Yahudi'.

Kemudian terungkap sebuah fakta bahwa kata Charmender, salah satu jenis monster ikon dalam pokemon yang
mengandung arti “Tuhan itu Lemah”. Nama Charmender diambil dari bahasa Syriac, atau bahasa Suryani yang jika di-Indonesia kan berarti 'Tuhan itu Lemah.'

Tentu saja, arti itu sangat menyinggung para penganut agama, terutama Islam dan Nasrani. Sebab, dalam agama Islam, jelas disebut Allahu Akbar (Allah Maha Besar). dan dalam agama Nasrani disebut Tuhan Kudus.

Alasan pencekalan itu, seperti disebutkan dalam dokumen, bertujuan untuk mencegah masuknya pengaruh-pengaruh Yahudi kepada anak-anak dan budaya bangsa.

Bahasa Suryani merupakan bahasa yang umum dipakai oleh komunitas Kristen di Timur Tengah, terutama kaum Kristen Siria di timur Turki, utara Irak, dan timur laut Suriah.

Film kartun Pokemon pernah dilarang di Irak oleh Presiden Saddam Husein. Tentu saja, pelarangan itu bukan sekedar melarang tanpa alasan. Ada cukup alasan yang kuat, kenapa Saddam Husein bergitu keras memboikot film kartun anak-anak tersebut.

Film buatan Jepang tersebut juga sempat menjadi tontotan yang di-gandrungi anak-anak di Indonesia. Salah satu televisi swasta, MNC TV adalah pemegang hak siarnya.

Dalam sebuah dokumen negara yang dirampas pasukan Amerika Serikat, ketika melakukan kudeta pada 2004 lalu, terungkap bahwa ada tindakan ‘tidak terpuji’ atau pesan negatif yang terdapat di balik film itu.

Dokumen tersebut menyebutkan, Presiden Saddam Husein mendapat informasi soal film tersebut dari lembaga intelijen negara. Informasi menyebutkan, nama-nama yang dipakai dalam film Pokemon, mengandung ajakan yang tidak bisa ditolelir.

WASPADALAH .... Wahai Ummat islam !

Jumat, 22 Juli 2016

Apa Maksudnya Pahala Dua Kali Dalam Membaca Al-Quran? Inilah Jawabannya

Jalantauhid - Al-Quran merupakan kalam Allah SWT yang berisi semua tuntunan hidup manusia di dunia dan setiap muslim dianjurkan untuk membacanya meskipun hanya satu huruf saja. Allah SWT telah menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi seorang muslim yang membaca Al-Quran dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Lalu apa maksudnya pahala dua kali dalam membaca Quran?

Apa Maksudnya Pahala Dua Kali Dalam Membaca Al-Quran? Inilah Jawabannya

Al-Quran merupakan mukjizat yang diberikan Allah SWT kepada Rosulullah sebagai pedoman dan tuntunan hidup manusia selama di dunia. Umat muslim dianjurkan untuk belajar membaca Al-Quran dengan memperhatikan tajwidnya sehingga dapat melafalkannya dengan baik dan lancar. Membaca Al-Quran merupakan hal yang tidak sia-sia karena Allah SWT telah menjanjikan pahala bagi seorang muslim yang membaca Al-Quran meskipun hanya satu huruf saja. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi yang menerangkan bahwa bagi seorang muslim yang membaca satu huruf dalam Al-Quran maka dia berhak menerima satu kebaikan dan satu kebaikan tersebut akan dibalas dengan 10 kali lipat pahala. Sungguh beruntung bagi seorang muslim yang merutinkan diri untuk membaca Al-Quran hingga mengamalkannya untuk kebaikan hidup di dunia.

Dalam hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Aisyah telah dijelaskan bahwa bagi setiap muslim yang membaca Al-Quran dengan lancar maka dia berada bersama dengan para malaikat, sedangkan bagi seorang muslim yang belum lancar atau masih terbata-bata karena kesulitan membaca Al-Quran maka dua pahala yang akan diperolehnya. Apa maksud dari dua pahala tersebut?

Seorang muslim dianjurkan untuk menyisihkan waktunya untuk membaca Al-Quran meskipun masih belum lancar atau terbata-bata karena Allah SWT telah menjanjikan dua pahala baginya. Dua pahala yang dimaksudkan disini adalah pahala membaca Al-Quran dan pahala jerih payahnya atau kesulitannya membaca kalam Allah SWT ini.

Seorang muslim yang tetap gigih berusaha membaca Al-Quran meskipun belum lancar dapat menggambarkan semangat yang tinggi untuk berjuang dan tetap membaca Al-Quran sehingga Allah SWT memberikan dua pahala baginya. Dengan rajin membaca Al-Quran dengan mempelajari tajwidnya maka secara perlahan dan bertahap pelafalan Al-Quran akan semakin lancar.

Kesulitan dalam membaca Al-Quran akan berangsur-angsur berkurang dengan terus belajar dan membaca Al-Quran secara rutin setiap hari. Sempatkan waktu sekitar 10-15 menit sehari untuk membaca Al-Quran meskipun hanya satu ayat saja karena semua ini bukanlah hal yang sia-sia dan Allah SWT telah menjanjikan pahala bagi setiap muslim yang membaca Al-Quran.

Bagaimana dengan seorang muslim yang telah mahir membaca Al-Quran? Bagi seorang muslim yang terbata-bata membaca Al-Quran akan memperoleh dua pahala apalagi bagi seorang muslim yang telah mahir membacanya maka berlipat ganda pahala baginya. Seorang muslim yang telah mahir membaca Al-Quran harus meningkatkan frekuensinya dan tetap istiqomah untuk melafalkan kalam Allah SWT setiap hari karena pahala dalam membaca Al-Qur’an setiap hari sungguh luar biasa. Alangkah lebih baik lagi jika dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan membaca Al-Quran tidak hanya pahala yang akan diperoleh tetapi juga akan mendapat syafaat di akhirat kelak. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Muslim yang menerangkan bahwa Al-Quran akan mendatangi setiap muslim yang telah membacanya, di hari kiamat kelak sebagai syafaat baginya. Al-Quran akan menolong setiap muslim yang telah membacanya dan mengamalkannya, inilah salah satu keutamaan membaca Al Qur'an.

Sungguh beruntung bagi setiap muslim yang tetap istiqomah membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al-Quran selama hidup di dunia. Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang termasuk di dalamnya.